Jumat, 26 Juni 2015

PANCASILA SEBAGAI MARGIN APPRECIATION DIBIDANG HUKUM

PANCASILA SEBAGAI MARGIN APPRECIATION DIBIDANG HUKUM

 

 Peranan Pancasila sebagai margin of appreciation di bidang hukum akan mewarnai segala  sub sistem di bidang hukum, baik substansi hukum yang bernuansa “law making process”; struktur hukum yang banyak bersentuhan dengan “law enforcement” maupun budaya hukum yang berkaitan dengan “law awareness”. Di ketiga sub-sistem hukum tersebut,  ketenteraman hidup beragama, rasa keagamaan dan agama dengan segala perangkatnya harus dihormati oleh sistem hukum (Sila Ketuhanan YME); sistem hukum harus selalu mempromosikan dan melindungi HAM, khususnya yang telah diadopsi dalam hukum positif atau atas dasar intrumen HAM universal yang telah diratifikasi (Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab) ;  sistem hukum harus dapat menjamin “constructive pluralism” dan melihat nilai persatuan   bersifat kultural yang penuh dengan nuansa  solidarity (Sila Persatuan Indonesia); Selanjutnya sistem hukum harus selalu mengapresiasi nilai-nilai dasar demokrasi (core values of democracy or index of democracy or the roots principle of democracy) seperti prinsip Konstitusionalisme; pemilihan umum yang demokratis; desentralisasi kekuasaan/otonomi daerah; hukum harus aspiratif terhadap kepentingan rakyat; prinsip checks and balances; kekuasaan kehakiman yang merdeka; peranan kelompok kepentingan (civil society); melindungi golongan minoritas; Hak masyarakat untuk tahu;civilian control to the military; asas supremasi hukum (Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan; dan  yang terakhir sepanjang menyangkut keadilan sosial perlu dikaji pendapat Van Krieken (2002, hal. 14) sebagai berikut : “Law could be defined as an instrument to regulate (potential) conflict, to prevent it from emerging, to prevent it from escalating and/or to find solution thereto. One should also recognize that ‘justice’ in this context stands for equity, fairness and reasonableness, rather than the administration of law (German terminology : Recht and Gerechtigkeit). Law by definition, is a number of steps behind developments in the concept  of juastice.Moreover,  justice as a concept, is a product of continously changing ideas, perceptions and developments as well.

Istilah keadilan sosial menunjuk nilai lebih dari moralitas sosial di atas moralitas sipil. Contohnya adalah dimungkinkannya restriksi hak-hak sipil yang bersifat “derogable rights” atas dasar undang-undang dalam rangka pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak dan kebebasan orang lain, moralitas,  ketertiban umum keamanan nasional, dan kesejahteraan umum di masyarakat demokratis.
Sebagai MoA di bidang hukum, Pancasila harus didukung oleh SDM yang tidak berfikir juridis normatif yang hanya melihat hukum sebagai “the command of the sovereign”, tetapi hukum justru sebagai “sociological jurisprudence”. Dalam hal ini hukum harus dilihat sebagai hukum yang ada dan berfungsi dalam masyarakat (law as it is in society and what it is fuctioning in society).

Tradisi kepribadian ilmu hukum sebagai jurisprudence atau rechtslehre tidak ditinggalkan , tetapi dengan mengesampingkan komitmen  semata-mata sebagai ajaran hukum murni; Tata hukum tidak lagi berwatak positif sempit, tertutup, tetapi sebagai sistem terbuka yang ramah terhadap lingkungan sosial;
Socio legal judgement mempengaruhi mulai dari pendidikan hukum, pembuatan hukum, penegakan hukum dan penanaman kesadaran hukum masyarakat;Kritis terhadap masalah-masalah keadilan dan demokrasi ; Hukum harus dikembangkan sebagai alat untuk membela hak-hak sipil masyarakat sedara luas (litigasi dan non-litigasi); Pengembangan studi hukum yang doktrinal harus dilengkapi dengan yang non-doktrinal;. Mendorong terbentuknya intellectual integrity; academic freedom and academic culture di lingkungan hukum; Dalam hal ini Pancasila dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas jurisprudensi, pembuatan UU, penegakan hukum dan uji materiil (judicial review).
Dengan demikian menarik untuk dikatakan bahwa fungsi hukum dalam masyarakat modern dan demokratis adalah sebagai sarana mekanisme pengintegrasi kepentingan (law as a tool of integrative mechanism), baik kepentingan budaya, ekonomi, politik, kepentingan individual, sosial dan kepentingan institusional (negara). Bahkan kepentingan regional dan global juga harus diapresiasi, misalnya dalam rangka penanaman modal asing (foreign direct investment).

 

CARA BELAJAR EFEKTIF UNTUK MERAIH PRESTASI TERMUDAH DAN TERLENGKAP

CARA BELAJAR EFEKTIF UNTUK MERAIH PRESTASI TERMUDAH DAN TERLENGKAP

Cara belajar efektif untuk meraih prestasi termudah dan terlengkap dapat anda terapkan dalam metode belajar anda. Proses belajar memang sangat penting. Tidak bisa ditawar lagi dan memang sudah menjadi salah satu jembatan untuk dapat menguasai ilmu yang sedang dipelajari. Untuk itulah strategi sangat diperlukan. Hasil maksimal adalah impian, dan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak sekali orang yang merasa kebingungan mengapa hasil yang didapatkan kurang begitu maksimal, padahal juga sudah belajar dengan keras. Hal ini mungkin saja terjadi, karena terkadang cara belajar yang kurang efektif menjadi penyebabnya .
Bagi anda yang ingin mengetahui seperti apa strategi belajar yang efektif, simak beberapa tips cara belajar efektif berikut ini :

1. Fokus dan serius di kelas
Bagi anda para pelajar dan mahasiswa yang masih aktif, tentu saja masuk sekolah dan masuk kuliah wajib hukumnya. Pelajaran dan keterangan dari bapak ibu guru dan dosen di kelas sudah barang tentu menjadi menu utama dalam kegiatan belajar mengajar. Manfaatkan semaksimal mungkin momen ini untuk sedapat mungkin menyerap sebanyak mungkin ilmu yang disampaikan oleh bapak ibu guru atau dosen. Jangan hanya ngobrol dan mengantuk ketika di kelas. Berusahalah untuk terus fokus dan serius ketika sedang belajar didalam kelas.
2. Perpustakaan
Jangan malas untuk berkunjung ke perpustakaan. baik itu perpustakaan di sekolah, di kampus ataupun perpustakaan apa saja dan dimana saja. Manfaatkan adanya perpustakaan ini untuk meraup sebanyak mungkin ilmu yang dapat anda serap. Membaca di perpustakaan akan dapat menambah ilmu anda. Jika pelajaran dan keterangan yang didapatkan di kelas dirasa belum maksimal dan belum dapat memecahkan masalah, terkadang dengan membaca dan mencari tambahan buku di perpustakaan bisa menjadi sebuah solusi yang tepat untuk memecahkan masalah yang mungkin belum terpecahkan sebelumnya. Bagaimana? intinya, manfaatkan perpustkaan.

3. Tetapkan jadwal belajar
Sangat disarankan untuk membuat jadwal belajar sendiri di rumah. Hal ini sangat penting, karena dengan anda membuat jadwal belajar yang sangat terencana, anda akan dapat membiasakan diri anda untuk belajar secara teratur dan tertarget. Usahakan untuk konsekuen mentaati jadwal belajar yang sudah anda buat. Akan sangat tidak berguna apabila anda sudah membuat jadwal belajar yang sangat tersususun dengan rapi tetapi anda sama sekali tidak mematuhi jadwal yang sudah anda buat tersebut. Intinya, patuhi jadwal belajar anda sendiri. 

4. Cukupkan istirahat
Manusia mempunyai batas. Begitu pun dengan kondisi tubuh anda. Setelah berjibaku dengan semua materi pelajaran di kelas dan berbagai aktifitas lainnya yang sangat melelahkan, tubuh anda juga membutuhkan istrirahat yang cukup untuk mengembalikan stamina anda. Jangan melupakan hak tubuh anda untuk beristirahat. Jika badan anda fresh, maka proses penyerapan ilmu ketika belajar pun akan berjalan lebih lancar dan mudah.

5. Buat kelompok belajar
Jangan pernah menyepelekan belajar secara kelompok. Hal ini sangat penting untuk dapat menunjang proses penyerapan dan pemahaman terhadap permasalahan materi pelajaran yang mungkin saja belum bisa terpecahkan. Saling sharing pengetahuan antar peserta belajar kelompok adalah salah satu kunci penting yang memegang perananan keefektifan dalam sebuah kelompok belajar. Buatlah kelompok belajar yang solid, dan jangan terlalu banyak anggota. Karena, jika terlalu banyak anggota, justru akan berimbas terhadap kurangnya fokus dalam belajar dan bisa saja justru banyak terjadi obrolan antar anggota yang tidak penting.

6. Bertanya kepada teman atau rekan yang lebih tahu dan lebih pandai
Jangan malu bertanya kepada teman anda yang memang lebih pandai. Ada istilah malu bertanya sesat di jalan. Jadi, berusahalah berkonsultasi kepada teman anda tersebut. Singkirkan gengsi yang mungkin ada. Demi keberhasilan, cara-cara yang mungkin belum pernah terfikirkan sebelumnya memang terkadang justru bisa menjadi kunci keberhasilan.

7. Aktiflah ketika di kelas
Usahakan untuk aktif ketika berada di kelas. Bertanyalah kepada bapak atau ibu pengajar di kelas. Tanyakan hal-hal yang mungkin masih belum anda mengerti. Jika perlu, anda buat dahulu list persoalan yang belum anda mengerti dari rumah. Sehingga ketika berada di kelas, anda dapat dengan mudah menyampaikannya kepada bapak atau ibu guru dan dosen pengajar di kelas. Dengan begitu, kemungkinan untuk persoalan yang sulit anda mengerti akan dapat terjawab oleh para pengajar anda. Jangan tunggu bapak atau ibu guru dan para pengajar menanyai anda atau menyuruh anda bertanya dan mengungkapkan pendapat di kelas. Mulailah dengan inisiatif sendiri untuk berani bertanya. Jangan malau atau takut untuk melakukannya, karena jika anda berhasil maka anda sendirilah yang akan menikmati keberhasilan anda, bukan orang lain.

8. Internet
Sudah bukan rahasia lagi jika saat ini internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. termasuk dalam hal untuk mendukung proses belajar. Manfaatkan internet untuk sebanyak mungkin meraup ilmu. Bahkan di internet hampir semua hal dapat ditemukan. Mungkin saja hal-hal baru dapat anda temukan. Solusi untuk pelajaran yang mungkin dirasa sulit dan mungkin saja belum ditemukan solusinya, dapat dengan mudah ditemukan dari internet. Manfaatkan kecanggihan teknologi ini untuk mendukung proses belajar anda. Jika anda belum memiliki koneksi internet, manfaatkan warnet. 
 
9. Merangkum
Cobalah untuk merangkum materi pelajaran. Hal ini sangat penting dan sangat bermanfaat untuk memudahkan proses pemahaman dalam belajar. Ambillah hal-hal inti atau pokok yang menjadi kunci utama dalam sebuah pelajaran dan buatlah ringkasannya. Terkadang dalam sebuah buku, materi yang terlihat begitu banyak dan panjang dapat membuat rasa malas muncul. Untuk itulah, dengan cara mengambil pokok-pokok nya saja akan dapat memudahkan anda dan dapat menghilangkan rasa malas untuk membaca. Berlatihlah untuk merangkum, dari materi yang panjang dan luas menjadi sebuah list yang ringkas dan dapat lebih mudah untuk dipahami.

10. Les
Jika anda memiliki dana berlebih, anda dapat mengikuti program-program les diluar jam sekolah yang saat ini sudah banyak ditawarkan. Selektiflah dalam memilih program les. Cari referensi dulu sebanyak mungkin sebelum anda memutuskan untuk bergabung dengan salah satu program les. Hal ini sangat penting agar nantinya anda tidak kecewa dan menyesal jika ternyata program les yang anda ikuti kurang berkualitas dan belum sesuai harapan anda. Pilihlah program les yang benar-benar bonafide.

Pentingnya Pendidikan Bagi Kehidupan

Pentingnya Pendidikan Bagi Kehidupan

Kita tentu sudah bisa menjawabnya, apa hal pertama yang dilihat bila kita ingin mengajukan surat lamaran perkerjaan? Apa yang kita butuhkan ketika ingin memulai suatu bisnis atau usaha?
Tentu saja pendidikan, kemampuan, wawasan dan pengetahuanlah yang kita butuhkan. Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita dapatkan.Tetapi entah mengapa banyak sekali warga di Indonesia ini yang tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah Indonesia ini. Sepertinya kesadaran mereka tetang pentingnya pendidikan perlu ditingkatkan.
Sebagaimana yang diungkapkan Daoed Joesoef tentang pentingnya pendidikan : “Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan.
 Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan.
Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka tentunya peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Kita ambil contoh Amerika, mereka takkan bisa jadi seperti sekarang ini apabila –maaf– pendidikan mereka setarap dengan kita. Lalu bagaimana dengan Jepang? si ahli Teknologi itu? Jepang sangat menghargai Pendidikan, mereka rela mengeluarkan dana yang sangat besar hanya untuk pendidikan bukan untuk kampanye atau hal lain tentang kedudukan seperti yang–maaf– Indonesia lakukan. Tak ubahnya negara lain, seperti Malaysia dan Singapura yang menjadi negara tetangga kita.

Kamis, 25 Juni 2015

Membangun Karakter Sejak Pendidikan Anak Usia Dini


Membangun Karakter Sejak Pendidikan Anak Usia Dini

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.